News

Kondisi Air Baku Bontang Kritis

Dipostkan pada : 09 Mei 2017 , Admin : admin@Admin Bontang Smart City
Walikota Bontang Neni Moerniani, mengimbau warga untuk berlaku bijak menggunakan air PDAM. Pasalnya. kondisi air baku di Bontang saat ini sudah kritis. Beberapa wilayah bahkan sudah krisis air karena terus menerus disedot.

?Saya mengimbau warga Bontang untuk berhemat menggunakan air, sumber air Bontang ini dari sumur bawah tanah. Contohnya, di Den Arhanud Rudal 002 sana sudah krisis air, harus tambah sumur lagi dari pemkot. Karena sumurnya sudah kering,? kata Neni saat menggelar jumpa pers di Rujab Walikota Bontang, Minggu (7/5/2017).

Neni mengatakan, konsumsi air di Bontang cukup tinggi. Padahal sumber air bawah tanah terbatas. Standar penggunaan air nasional, tiap rumah hanya 10 kubik. Sehingga Neni berharap dengan penyesuaian tarif baru warga Bontang lebih menghemat penggunaan air PDAM, digunakan untuk hal yang lebih penting.

?Jangan lagi nyuci mobil pakai air PDAM., nyiram motor saja pakai air PDAM. Mulai sekarang kita harus berhemat demi kelangsungan hidup bersama,? imbaunya.

Dia juga menambahkan, penyesuaian tarif yang dilakukan pemerintah untuk menutupi biaya operasional perusahaan. Selama ini, pemerintah sebelumnya hanya memberikan penyertaan modal untuk peningkatan kapasitas, melaui Water Treatment Plant (WTP). Tetapi, tidak dibarengi dengan subsidi opersional, untuk pemeliharaan jaringan pipa maupun perawatan.

Imbasnya, PDAM terus merugi selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah dokumentasi dari PDAM menunjukkan kondisi pipa distribusi air harus diikat karet. Upaya itu dilakukan lantaran, pihak perusahaan tidak mampu menutupi biaya operasiaonal perawatan.

?Saya melihat kondisi pipa diikat karet, banyak yang sudah keropos karena sudah tua. Pemerintah dulu taunya membangun tanpa memberikan perawatan. Padahal justru penambahan WTP konsekuensinya cost bertambah,? katanya.

Pun demikian, Neni mengaku lebih mendengar jeritan masyarakatnya atas kenaikan tarif ini. Pemerintah berkomitmen tetap menyalurkan subsidi bagi operasional perusahaan. Pihaknya masih mencari sumber dana dari Dana Bagi Hasil (DBH) untuk disalurkan sebagai subsidi perusahaan air minum.

Smartphone ini merupakan yang terendah sekaligus termurah. Jika dulu saat meluncur smartphone ini dibanderol Rp849 ribu, kini Anda dapat memiliki smartphone tersebut dengan harga Rp299 ribu. Smartphone ini memiliki layar 4 inci, OS Lollipop, RAM 1GB, ROM 8GB, slot microSD, kamera 5MP depan & belakang, serta mendukung 4G LTE & GSM

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/smartphone-andromax-turun-harga-rp200-ribuan-bisa-dapat-smartphone-4g-lte-ram-1gb/
Smartphone ini merupakan yang terendah sekaligus termurah. Jika dulu saat meluncur smartphone ini dibanderol Rp849 ribu, kini Anda dapat memiliki smartphone tersebut dengan harga Rp299 ribu. Smartphone ini memiliki layar 4 inci, OS Lollipop, RAM 1GB, ROM 8GB, slot microSD, kamera 5MP depan & belakang, serta mendukung 4G LTE & GSM.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/smartphone-andromax-turun-harga-rp200-ribuan-bisa-dapat-smartphone-4g-lte-ram-1gb/
Smartphone ini merupakan yang terendah sekaligus termurah. Jika dulu saat meluncur smartphone ini dibanderol Rp849 ribu, kini Anda dapat memiliki smartphone tersebut dengan harga Rp299 ribu. Smartphone ini memiliki layar 4 inci, OS Lollipop, RAM 1GB, ROM 8GB, slot microSD, kamera 5MP depan & belakang, serta mendukung 4G LTE & GSM.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/smartphone-andromax-turun-harga-rp200-ribuan-bisa-dapat-smartphone-4g-lte-ram-1gb/
Smartphone ini merupakan yang terendah sekaligus termurah. Jika dulu saat meluncur smartphone ini dibanderol Rp849 ribu, kini Anda dapat memiliki smartphone tersebut dengan harga Rp299 ribu. Smartphone ini memiliki layar 4 inci, OS Lollipop, RAM 1GB, ROM 8GB, slot microSD, kamera 5MP depan & belakang, serta mendukung 4G LTE & GSM.

Selengkapnya: https://www.beritateknologi.com/smartphone-andromax-turun-harga-rp200-ribuan-bisa-dapat-smartphone-4g-lte-ram-1gb/